Meski bentuknya eksotis, para ahli sangat melarang Ular Naga Jawa dijadikan hewan peliharaan. Hal ini dikarenakan habitat aslinya di hutan lembap dan dekat aliran sungai sangat sulit ditiru dalam lingkungan buatan.
Ular ini dikenal mudah stres jika berada di lingkungan yang tidak sesuai. Oleh karena itu, membiarkannya hidup bebas di alam liar, seperti di kawasan Gunung Sanggabuana, adalah langkah terbaik untuk menjaga kelestarian sang "naga" nyata ini.
Saat ini, International Union for Conservation of Nature (IUCN) masih menetapkan statusnya dalam kategori least concern atau risiko rendah, yang berarti populasinya masih relatif terjaga di nusantara.