NADIKABAR.COM — Pemerintah Inggris, Kamis, mengumumkan paket berisi 31 sanksi baru terhadap Rusia, seiring dengan langkah Inggris untuk meningkatkan tekanan ekonomi menjelang datangnya musim dingin.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Inggris menyebutkan bahwa 31 langkah baru tersebut mencakup penjatuhan sanksi terhadap "kapal-kapal armada bayangan LNG, jaringan disinformasi Kremlin, serta para pelaku penyiksaan warga sipil dan indoktrinasi anak-anak."
"Langkah ini diambil saat Rusia meluncurkan lebih dari 3.100 pesawat nirawak (drone) bermesin jet ke Ukraina pada September, melampaui rekor suram masa perang pada Agustus," menurut pernyataan tersebut.
Sanksi tersebut mencakup delapan orang yang terlibat dalam "penahanan sewenang-wenang, penyiksaan, dan perlakuan buruk" terhadap warga sipil Ukraina, menurut pernyataan itu.
Pernyataan itu menambahkan bahwa tujuh individu lainnya menjadi sasaran sanksi karena peran mereka dalam "indoktrinasi dan militerisasi" anak-anak Ukraina, termasuk mereka yang dideportasi oleh pihak berwenang Rusia.
"Kami menargetkan sumber pendapatan yang menopang agresi Rusia sekaligus para pelaku kejahatan keji terhadap warga sipil Ukraina, termasuk anak-anak. Inggris tidak akan goyah dalam memberikan dukungan bagi Ukraina," kata Menteri Urusan Eropa, Lord Wood of Anfield, dalam pernyataan tersebut.
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa langkah-langkah baru itu menunjukkan tekad negara tersebut, bersama dengan para mitranya, untuk meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang bertanggung jawab atas "agresi negara Rusia" terhadap Ukraina, membatasi pendapatan yang menopang perang tersebut, serta mempertahankan keamanan Ukraina, Inggris, dan Eropa.
Meskipun Inggris tidak mencari konfrontasi dengan Rusia, selama (Presiden Vladimir) Putin memilih untuk tidak mengakhiri perang yang tidak masuk akal dan biadab ini, dukungan Inggris bagi Ukraina akan tetap teguh tak tergoyahkan," tambah pernyataan tersebut.
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia