Hasil penelitian administrasi secara terbuka akhirnya mengerucut ke 5 nama calon ketum yang memenuhi syarat. Yaitu Gus Kikin, Kiai Zulfa, Gus Salam, Gus Yahya, serta KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menggantikan Nusron. Nama kelimanya diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari Rais Aam terpilih, yakni KH Miftachul Akhyar.

"Kita telah memeriksa 5 calon yang kita ajukan ke Rais Aam untuk mendapatkan izin tertulis," tandas Prof Ganefri.

Setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam, 5 kandidat Ketum PBNU bakal diajukan kepada AHWA. Selanjutnya, 9 ulama AHWA yang memilih ketum melalui musyawarah mufakat.