NADIKABAR.COM — Penjaringan calon ketua umum (Ketum) PBNU dalam sidang pleno V Muktamar ke-35 NU memakan waktu sekitar 7 jam. Hasilnya, 5 nama calon yang memenuhi syarat disodorkan untuk dipilih oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Rais Aam.
Penjaringan calon ketum di sidang pleno V, halaman Gedung Serba Guna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang dimulai pada Minggu (30/8) sekitar pukul 21.18 WIB. Tabulasi perolehan suara masing-masing calon baru tuntas pagi tadi sekitar pukul 03.45 WIB.
Sumber suara dari 552 pengurus cabang (PC), pengurus wilayah (PW), serta pengurus cabang istimewa (PCI). Termasuk di dalamnya aspirasi dari PCINU Hongkong, Taiwan, Malaysia, Arab Saudi, Mesir, Amerika Serikat, Kanada, Australia, New Zealand, Belanda, Jepang, Suriah, Tiongkok, Tunisia, Turki dan Yordania.
"Alhamdulillah kita telah selesai melakukan tabulasi, tentu kita sudah mendapatkan gambaran aspirasi dari para muktamirin untuk calon ketua umum PBNU 2026-2031. Nanti sekretariat akan mengurutkan dari yang memperoleh suara teratas," kata Pimpinan sidang, Ketua PWNU Sumbar Prof Ganefri di lokasi, Senin (31/8/2026).
Berdasarkan aspirasi para muktamirin dalam penjaringan, 5 nama meraup suara terbanyak. Yaitu KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mendapatkan 472 suara, KH Zulfa Mustofa dengan 262 suara, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf 258 suara, serta KH Nusron Wahid 207 suara.
Selanjutnya, kata Prof Ganefri, pihaknya meneliti syarat-syarat caketum untuk memastikan mereka memenuhi syarat sesuai Pasal 7 tata tertib pemilihan ketua umum. Yaitu pernah menjadi fungsionaris PB, PW, PC, atau ketua banom/ketua lembaga tingkat pusat, tidak sedang menduduki jabatan politik.
Kemudian tidak mejabat sebagai pengurus parpol atau organisasi yang berafiliasi dengan parpol dalam waktu 1 tahun terakhir, tidak pernah dikenakan tindakan organisatoris atas kepengurusan yang dipimpinnya, pernyataan kesediaan mencalonkan diri sebagai ketum, serta mendapat persetujuan tertulis dari Rais Aam terpilih.
"Yang kami ajukan ke AHWA dan Rais Aam adalah yang memenuhi syarat," tegasnya.
Hasil penelitian administrasi secara terbuka akhirnya mengerucut ke 5 nama calon ketum yang memenuhi syarat. Yaitu Gus Kikin, Kiai Zulfa, Gus Salam, Gus Yahya, serta KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menggantikan Nusron. Nama kelimanya diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari Rais Aam terpilih, yakni KH Miftachul Akhyar.
"Kita telah memeriksa 5 calon yang kita ajukan ke Rais Aam untuk mendapatkan izin tertulis," tandas Prof Ganefri.
Setelah mendapatkan persetujuan tertulis dari Rais Aam, 5 kandidat Ketum PBNU bakal diajukan kepada AHWA. Selanjutnya, 9 ulama AHWA yang memilih ketum melalui musyawarah mufakat.