NADIKABAR.COM — Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) angkat bicara menanggapi kemacetan panjang hingga 15 kilometer di jalur Situbondo-Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang. Gapasdap menegaskan antrean berhari-hari tersebut bukan disebabkan oleh kekurangan armada kapal, melainkan penurunan kapasitas dermaga.
Ketua Umum DPP GAPASDAP Khoiri Soetomo menjelaskan, dari total 56 kapal di lintas Ketapang-Gilimanuk, jumlah armada yang beroperasi turun dari rata-rata 28-32 kapal menjadi hanya 23 kapal per hari. Hal ini terjadi akibat dua fasilitas dermaga tidak dapat beroperasi optimal.
"Kapalnya tersedia, tetapi tempat sandarnya berkurang. Jadi akar persoalannya bukan kekurangan kapal, melainkan keterbatasan kapasitas dermaga yang berkurang karena dua dermaga belum dapat digunakan," kata Khoiri dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Khoiri merinci, Dermaga MB II saat ini ditutup untuk pengerjaan peningkatan kapasitas hingga Maret 2027. Sementara Dermaga Bulusan belum bisa dioperasikan akibat dua fasilitas fender yang roboh ke laut.