NADIKABAR.COM — Seorang penumpang wanita melahirkan di dalam gerbong kereta rel listrik (KRL) relasi Rangkasbitung-Tanah Abang (Green Line). Sedikitnya tiga petugas di Stasiun Rawabuntu membantu proses persalinan penumpang itu.

Ketiga petugas tersebut mengaku baru pertama kali menangani penumpang yang melahirkan di dalam KRL. Meski tegang, koordinasi satset dan standar prosedur yang dilaksanakan membuat proses persalinan berjalan lancar.

Penumpang dan bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat. Keduanya dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat setelah diberikan penanganan awal di stasiun yang berlokasi di Tangerang Selatan (Tangsel) itu.

NadiKabar mewawancara langsung ketiga petugas KAI Commuter Indonesia (KCI) itu di Stasiun Rawabuntu. Mereka turut senang karena penumpang dan bayinya sehat serta dapat ditangani dengan baik.

"Jujur, kita di lapangan sempat kaget juga ya, karena ini kejadian yang sangat jarang terjadi. Dan kami berusaha untuk semaksimal mungkin untuk memberikan pelayanan kepada si Ibu agar si bayi selamat dan ibunya selamat," kata petugas keamanan, Masroni (28), Senin (29/9/2026).

Kejadian itu diketahui petugas Stasiun Rawabuntu setelah menerima laporan dari petugas pengawalan kereta (walka). Petugas keamanan stasiun diminta bersiaga karena ada seorang penumpang yang mengeluh sakit di bagian perut.

Petugas keamanan lainnya, Nurhidayat (28), sempat membawa kursi roda ke dalam kereta. dia mengatakan penumpang tersebut merasa tidak sanggup lagi untuk berdiri dan keluar dari kereta.

Dia melihat penumpang lain di dalam gerbong KRL juga sedang membantu penumpang wanita yang ternyata hendak melahirkan itu.

"Setelah saya lihat, si ibu tuh lagi dibantu sama penumpang lain, lagi kesakitan. Terus, si ibu sempat sama saya, sama Mas Roni, sempat mau ditangani, ibu udah nggak kuat," kata Nurhidayat.

Momen penumpang wanita melahirkan dalam KRL itu direkam sejumlah penumpang lain hingga videonya viral di media sosial (medsos). Ketegangan sangat terlihat saat pada Kamis (24/9) sekitar pukul 10.55 WIB.

Dalam video, terlihat situasi di dalam gerbong kereta menjadi ramai dan menegangkan. Salah seorang penumpang bersorak 'woy lahiran-lahiran'.

Tampak ada beberapa petugas yang menyediakan kursi roda dan tandu untuk membantu proses evakuasi penumpang yang hendak melahirkan tersebut. Diketahui, kursi roda itu dibawa Masroni dan Nurhidayat yang menyediakan tandu.

Petugas keamanan di stasiun kemudian berkumpul untuk mengevakuasi ibu yang sudah rebah di dalam kereta. Namun ibu itu merasa tidak sanggup keluar kereta dan mengabarkan diri akan melahirkan.

Seorang petugas kesehatan, Annisa (22), lalu dipanggil untuk membantu proses persalinan penumpang. Annisa tak membantah bahwa dirinya tegang mendapat kabar harus menangani penumpang hendak lahiran.

"Saat itu yang terlintas di pikiran saya, saya kan sebagai petugas kesehatan, jujur merasa tegang juga. Tapi untuk di posisi tersebut saya harus tetap fokus dan tenang pada keselamatan ibu dan bayinya," kata Annisa.

Dia mengatakan penanganan penumpang melahirkan pada pekan lalu adalah pengalaman pertamanya. Peristiwa itu menjadi momen paling membekasnya selama menjadi tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan stasiun.

"Pengalaman paling membekas itu kejadian kemarin sih, karena kan itu pertama kali ya. Kejadian yang tidak terduga dan jarang terjadi juga," ucapnya.

Setelah bayi dilahirkan, dia kemudian mengecek kondisi bayi dan memastikan keselamatannya. Dia bersyukur ilmu dari pendidikannya dapat dipakai sehingga persalinan berjalan lancar dan ibu beserta bayi dalam kondisi selamat.

"Ya, perawat memiliki keterampilan yang berkaitan dengan membantu proses persalinan. Secara umum, perawat maternitas/keperawatan dapat membantu memberikan asuhan keperawatan kepada ibu selama persalinan, misalnya memantau tanda vital, kontraksi, kondisi ibu dan janin, memberikan dukungan, membantu posisi ibu, serta menyiapkan peralatan," ungkapnya.

Petugas Stasiun Rawa Buntu lalu merujuk penumpang itu ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat untuk mendapatkan penangan lebih lanjut demi keselamatan ibu dan bayi.

"Nah, alhamdulillahnya juga ibu dan bayinya selamat. Karena kan butuh penanganan lebih lanjut, maka saya dan petugas lainnya, PKD, dan petugas-petugas tim RU melakukan rujukan ke faskes terdekat dan itu alhamdulillah bayinya dan ibunya selamat." kata Annisa.

Aksi sigap para petugas tersebut banyak diapresiasi warganet. Terkait hal itu, ketiganya menyambut positif respons warganet dan menganggap peristiwa tersebut sebagai motivasi untuk meningkatkan pelayanan di Commmuter line.