Selain masalah pernapasan, Kemenkes menyoroti bahwa asap karhutla berisiko menimbulkan iritasi mata dan kulit, memicu peningkatan risiko penyakit sistemik pada lansia, hingga mengganggu tumbuh kembang anak-anak yang tergolong kelompok paling rentan.
Dampak buruk asap karhutla tidak berhenti pada organ pernapasan. Dikutip dari laman American Heart Association (AHA), paparan partikel halus dalam asap kebakaran hutan memiliki kaitan erat dengan peningkatan risiko masalah kardiovaskular dan serangan jantung mendadak.
Mantan Presiden American Heart Association, Keith Churchwell, menjelaskan bahwa jangkauan asap yang tercemar polutan mikro bisa terbawa sangat jauh dari titik lokasi kebakaran.