"Meskipun masalah pernapasan dan bahaya kesehatan saluran napas sering dianggap sebagai dampak kesehatan terbesar akibat asap kebakaran hutan, penting juga untuk menyadari dampaknya terhadap kesehatan kardiovaskular. Asap kebakaran hutan mengandung banyak polutan, termasuk partikel mikroskopis halus yang dikaitkan dengan risiko kardiovaskular. Selagi kebakaran terus berlangsung, asap yang tercemar tersebut terbawa hingga jarak yang jauh melampaui area yang terdampak langsung," ujar Keith.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association mencatat bahwa paparan asap pekat kebakaran hutan dapat meningkatkan risiko henti jantung di luar rumah sakit hingga 70 persen. Lonjakan ini berdampak pada pria maupun wanita, terutama kelompok usia 35-64 tahun.

Mengingat tingginya ancaman terhadap kesehatan kardiovaskular, AHA mengimbau masyarakat yang terpapar asap karhutla untuk segera mengenali tanda-tanda gangguan jantung akut dan segera mencari bantuan medis darurat jika mengalami: