Sedangkan Yulia Indriani mempresentasikan penelitian optimasi pengelolaan tampungan air di Heritage Solo Valley dan DAS Karangnongko.

Menggunakan algoritma "reinforcement learning", model cerdas ini mampu mensimulasikan dan menentukan waktu paling tepat untuk menyimpan atau melepaskan air.

"Sehingga menjadi alat bantu keputusan yang efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan irigasi pertanian sekaligus meminimalkan risiko banjir di hilir," katanya.

Dua inovasi unggulan berbasis teknologi masa depan yang ditampilkan delegasi Unissula menawarkan lompatan besar dalam manajemen infrastruktur air.

Mereka tampil di hadapan lebih dari 700 peserta kongres dari sekitar 50 negara termasuk pakar dari Amerika Serikat, Tiongkok, Inggris, Jepang, dan negara-negara Uni Eropa.