Netravest juga dilengkapi aplikasi pendamping yang memungkinkan pengguna dipantau secara real-time oleh keluarga maupun pendamping.
Fitur keselamatan turut menjadi perhatian. Tombol SOS tersedia pada rompi dan aplikasi sehingga dapat digunakan ketika pengguna mengalami kondisi darurat, seperti terjatuh atau mengalami kecelakaan saat melakukan mobilitas.
"Selain itu ada bentuk aplikasinya. Jadi aplikasinya bisa mereka gunakan untuk membaca buku panduan dan juga ada fitur SOS. Jadi ada misalnya ketika tuna netra itu jatuh atau mengalami kecelakaan ketika mobilitas, ada fitur tombol SOS di rompinya dan juga di aplikasinya untuk menghubungi orang-orang yang mereka percaya dan juga kontak-kontak darurat seperti polisi dan ambulans seperti itu," tuturnya.
Proses pengembangan Netravest dimulai pada Juni 2026. Sebelumnya, pada Mei, kelima mahasiswa tersebut mendapat pengumuman terkait Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang kemudian menjadi ruang bagi mereka untuk mengembangkan gagasan tersebut.
Rompi Netravest sendiri telah selesai dibuat pada akhir Juli. Namun, pekerjaan mereka belum berhenti. Sepanjang Agustus hingga sekarang, prototipe tersebut masih melalui proses pemantauan dan uji coba untuk melihat bagian mana yang perlu diperbaiki. Sebab, bagi mereka, Netravest belum bisa disebut sebagai produk akhir.
Hanif Muzaffar Gunawan mengatakan masih banyak aspek yang perlu dikembangkan, terutama karena Netravest yang dibuat dalam program PKM tersebut memang masih berada pada tahap prototipe.
"Kalau dibilang udah selesai atau belum, sebenarnya masih banyak lagi perkembangannya, masih perlu dikembangkan lebih lanjut lagi. Karena memang mengingat juga lomba PKM ini kan kita di bidang KC, di mana itu luarannya prototipe. Artinya prototipe masih bisa dikembangkan lagi lebih lanjut," kata Hanif.
Salah satu pekerjaan rumah mereka adalah membuat perangkat tersebut lebih ringkas. Netravest yang ada saat ini masih memiliki ukuran perangkat yang cukup besar.
"Dari rompinya sendiri juga yang sekarang kita buat memang masih besar gitu alatnya, tapi ke depan masih banyak potensi yang bisa dioptimalisasi lagi dari mulai AI-nya sampai ke hardware-nya. Jadi harapannya nanti ke depan bisa lebih ringkas lagi dan lebih optimal lagi gitu ke depannya mungkin gitu," pungkasnya.