NADIKABAR.COM — Selain panda dan Tembok Besar, inovasi teknologi tinggi kini muncul sebagai daya tarik baru bagi wisatawan internasional yang ingin menjelajahi China, demikian disampaikan para profesional industri pariwisata kepada Xinhua dalam ajang IMEX America 2026 yang berakhir pada Kamis (15/10).
Para pelaku industri mengatakan bahwa di saat China terus menarik wisatawan melalui sejarahnya yang kaya, budayanya yang semarak, dan bentang alam yang beragam, kemajuan pesat negara itu dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi menawarkan berbagai cara baru untuk menjelajahi China.
Sebagai salah satu pameran dagang global utama untuk industri pertemuan, acara, dan perjalanan insentif, ajang yang berlangsung selama tiga hari ini menarik sekitar 3.700 peserta pameran dari sektor perencanaan acara, perhotelan, dan sektor lainnya di seluruh dunia.
Para pengunjung mampir ke stan pameran Tiongkok untuk berdiskusi dan mengadakan pertemuan bisnis mengenai kemampuan teknologi serta kekuatan inovasi negara tersebut.
Mereka mengatakan kepada Xinhua bahwa wisatawan asing tertarik pada berbagai pengalaman, mulai dari mendaki Tembok Besar Mutianyu dengan eksoskeleton robotik hingga menikmati kopi yang diantarkan menggunakan drone dan mengisi daya ponsel secara nirkabel di halte bus.
Lutti Colautto, CEO perusahaan Brasil Lampada.ag, yang merupakan pelopor di pasar pemasaran berbasis pengalaman (live marketing), mengatakan bahwa dia kembali dari China sekitar sebulan sebelumnya setelah mengunjungi Guangzhou, Liuzhou, dan Shanghai.
Terpukau oleh pencapaian China di bidang kendaraan listrik, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), robotika, dan model retail baru, dia membagikan pengalamannya di media sosial.
"Dua puluh hari di Tiongkok mengubah cara pandang saya terhadap inovasi, teknologi, dan bisnis," tulisnya. "Saya merasa seperti berada di masa depan," katanya, seraya menyebutkan bahwa kemajuan China dalam bidang AI serta pengembangan kota-kota masa depan membuat negara itu sangat menarik.
Menurut dia, China bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat penting untuk mempelajari inovasi teknologi, memperluas wawasan bisnis, dan menjajaki peluang pertumbuhan di masa depan.
Varun Doshi, pendiri agen perjalanan Yatriseva dari Kanada, mengatakan bahwa sektor manufaktur yang kuat serta beragam industri teknologi tinggi di China telah meninggalkan kesan mendalam pada klien-kliennya.
Banyak kliennya dari Kanada dan India, yang bekerja di industri seperti furnitur dan permesinan, mengunjungi China setiap tahun.
"Belakangan ini, trennya adalah mereka juga ingin membawa keluarga ke Tiongkok agar keluarga mereka dapat mempelajari bagaimana Tiongkok maju bersama dunia, sekaligus menyaksikan keindahan negara tersebut serta keramahan dan etos kerja keras penduduknya," ujarnya.
Antoine Herblot, seorang agen perjalanan asal Prancis yang bekerja di operator tur China, Jade Dragon DMC, mengatakan bahwa platform media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Rednote tidak hanya menampilkan objek wisata di China, tetapi juga gaya hidup modern serta kemajuan teknologinya.
"Saya bisa merasakan generasi muda semakin tertarik pada China, dan pemerintah China telah melakukan banyak upaya untuk membuka diri kepada dunia," ujarnya.