Program tersebut disosialisasikan secara masif di lingkungan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, akademisi serta aktivis lingkungan. Semasa menjabat sebagai Kapolda Riau, Komjen Herry Heryawan menggandeng pelajar dan mahasiswa sebagai pelopor dalam gerakan kepedulian lingkungan.
Upaya tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai positif dengan mengajak masyarakat untuk berperan secara aktif mencegah terjadinya karhutla dan kerusakan lingkungan lainnya dengan pendekatan kolaborasi. Sejalan dengan itu, Polda Riau di bawah kepemimpinan Komjen Herry Heryawan melakukan gerakan nyata melalui penanaman sejuta pohon.
Komjen Herry Heryawan mengubah tradisi pemberian karangan bunga dan menggantinya dengan pohon. Di lingkungan internal, Komjen Herimen--sapaan akrabnya--memberikan kado pohon kepada personel yang berulang tahun atau yang naik pangkat dalam berbagai kesempatan.
Beririsan dengan itu, Komjen Herimen juga memberikan perhatian besar terhadap kelangsungan Gajah Sumatra. Menjaga alam, berarti menjaga ekosistem di dalamnya, termasuk kelangsungan Gajah Sumatra.
Upaya nyata dilakukan dengan melakukan penindakan tegas terhadap pelaku. Pada Maret 2026, Polda Riau di bawah perintah Komjen Herry mengungkap kasus kematian gajah tanpa kepala di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Gajah liar berusia sekitar 40 tahun itu ternyata mati dibunuh dan gadingnya diperjualbelikan.
Dalam kasus tersebut, Polda Riau menangkap 17 tersangka yang merupakan satu sindikat jaringan Riau-Sumbar-Jakarta-Solo. Tak hanya menindak para pelaku, komitmen Polda Riau untuk melindungi gajah adalah dengan memiskinkan para pelaku dengan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
"Dari hasil penyidikan lanjutan, penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup adanya tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka FA dan tersangka FS," kata Dirkrimsus Polda Riau Kombes Ade Kuncoro Ridwan dalam konferensi pers di Polda Riau, Kamis (11/6/2026).
Langkah nyata lainnya yang dilakukan Komjen Herry Heryawan dalam upaya melindungi gajah adalah dengan mendirikan breeding area di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak. Komjen Herry Heryawan saat itu menyampaikan dengan adanya breeding area ini diharapkan dapat menjaga kelestarian Gajah Sumatra yang terancam punah, sehingga generasi mendatang masih bisa melihat satwa asli Sumatra di masa depan.