NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyampaikan dirinya sudah melakukan pembahasan teknis antar kementerian terkait insentif untuk mobil hybrid. Hanya saja, Sarmuji menyampaikan besaran insentif tersebut belum menemui keputusan bulat dan masih dalam kajian.

"Sudah (ada pembahasan antar kementerian), mulai ada pembahasan teknis, masih dalam proses pembahasan teknis, nanti seberapa besar insentif yang akan kita usulkan nanti akan lebih diperjelas lagi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Sarmuji mengatakan, usulan insentif mobil hybrid nantinya tidak harus sama dengan insentif mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Hal ini seperti apa yang diinginkan oleh Industri otomotif. Yang terpenting bagi industri otomotif, kata Sarmuji, adalah adanya pemberian insentif untuk mendongkrak pembelian mobil hybrid.