Kapal pengawal Grebecock dan kapal perusak Brazen mengalami kesulitan menentukan posisi pasti HMS Thetis yang tenggelam. Sementara itu, kondisi udara di dalam kapal terus memburuk akibat penumpukan karbon dioksida.

Ujung buritan HMS Thetis akhirnya terlihat menyembul di permukaan laut dengan kemiringan sekitar 40 derajat. Kemunculan buritan tersebut menjadi tanda bahwa posisi kapal telah diketahui.

Empat orang berhasil keluar hidup-hidup menggunakan alat penyelamatan bawah laut Davis Submarine Escape Apparatus (DSEA). Mereka berhasil melarikan diri melalui ruang penyelamatan dalam dua gelombang.

Namun, upaya evakuasi berikutnya tidak berhasil. Empat orang lainnya meninggal saat mencoba menggunakan fasilitas penyelamatan tersebut. Kondisi udara yang buruk akibat penumpukan CO₂ turut menghambat proses evakuasi.