Gas beracun ini diduga berasal dari kualitas batu yang rendah. Akibat kelangkaan batu bara berkualitas tinggi selama masa perang, lokomotif kereta membakar batu bara pengganti berkualitas rendah

Pembakaran batu bara pengganti tersebut menghasilkan gas karbon monoksida yang tidak berbau dan sangat beracun dalam jumlah berlebih. Gas beracun ini dengan cepat memenuhi terowongan dan menyebabkan para penumpang mati lemas.