Ia juga mengingatkan kebutuhan listrik dan air untuk mendukung operasional pusat data dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.
Karena itu, Rahmat meminta pemerintah pusat dan daerah memiliki posisi tawar yang kuat dalam bernegosiasi dengan investor agar investasi tersebut turut membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia, khususnya masyarakat Kepulauan Riau.
"Potensi emas ini harus dikelola dengan baik. Jangan sampai Batam cuma jadi gudang data AI, sementara anak-anak mudanya tidak diberdayakan di perusahaan tersebut," ujarnya.
Selain penyerapan tenaga kerja, Rahmat mendorong investor berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur daerah, terutama penyediaan energi dan air bersih.
Menurut dia, keterlibatan investor dalam pembangunan infrastruktur dapat membantu pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan melalui APBD maupun APBN.