Ia mencontohkan Singapura sebagai negara yang melibatkan investasi swasta dalam pengembangan infrastruktur perkotaan.
"Harapan kita, investor yang masuk tidak hanya mengambil keuntungan, tapi juga memberikan keuntungan bagi Kepri," katanya.
Rahmat menegaskan dukungannya terhadap pengembangan investasi di Batam sebagai kawasan strategis yang diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan pusat data di Batam adalah DayOne. Pada April 2026, perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan PLN Batam untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas pusat data di kawasan Kabil.
BP Batam menyebut kerja sama tersebut mencakup penyediaan tenaga listrik berkapasitas 511 megavolt ampere (MVA) atau setara sekitar 450 megawatt (MW) yang akan direalisasikan secara bertahap pada 2026–2027.