NADIKABAR.COM — Anggota Komisi VI DPR RI Rahmat Saleh meminta pemerintah memastikan investasi kecerdasan buatan (AI) dan pusat data di Kota Batam, Kepulauan Riau, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

Rahmat dalam rapat kerja Komisi VI DPR bersama mitra BUMN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Jumat, mengingatkan besarnya investasi sektor teknologi tidak selalu sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang tercipta.

"Namun, investasi AI ini minim penyerapan tenaga kerja, karena sifatnya menggunakan teknologi tinggi (high tech)," kata Rahmat.

Menurut dia, Batam semakin diminati perusahaan teknologi untuk mengembangkan infrastruktur AI dan pusat data.

Rahmat mengkhawatirkan investasi berskala besar tersebut hanya menyerap banyak pekerja pada tahap awal pembangunan, sedangkan kebutuhan tenaga kerja berkurang setelah fasilitas mulai beroperasi.

Ia juga mengingatkan kebutuhan listrik dan air untuk mendukung operasional pusat data dapat menjadi tantangan apabila tidak diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, Rahmat meminta pemerintah pusat dan daerah memiliki posisi tawar yang kuat dalam bernegosiasi dengan investor agar investasi tersebut turut membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia, khususnya masyarakat Kepulauan Riau.

"Potensi emas ini harus dikelola dengan baik. Jangan sampai Batam cuma jadi gudang data AI, sementara anak-anak mudanya tidak diberdayakan di perusahaan tersebut," ujarnya.

Selain penyerapan tenaga kerja, Rahmat mendorong investor berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur daerah, terutama penyediaan energi dan air bersih.

Menurut dia, keterlibatan investor dalam pembangunan infrastruktur dapat membantu pemerintah daerah mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan melalui APBD maupun APBN.

Ia mencontohkan Singapura sebagai negara yang melibatkan investasi swasta dalam pengembangan infrastruktur perkotaan.

"Harapan kita, investor yang masuk tidak hanya mengambil keuntungan, tapi juga memberikan keuntungan bagi Kepri," katanya.

Rahmat menegaskan dukungannya terhadap pengembangan investasi di Batam sebagai kawasan strategis yang diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan pusat data di Batam adalah DayOne. Pada April 2026, perusahaan tersebut menjalin kerja sama dengan PLN Batam untuk mendukung kebutuhan listrik fasilitas pusat data di kawasan Kabil.

BP Batam menyebut kerja sama tersebut mencakup penyediaan tenaga listrik berkapasitas 511 megavolt ampere (MVA) atau setara sekitar 450 megawatt (MW) yang akan direalisasikan secara bertahap pada 2026–2027.