NADIKABAR.COM — Investasi di Klungkung menyentuh Rp 3,33 triliun pada triwulan I dan II 2026. Nusa Penida keluar sebagai juara bertahan yang paling 'seksi' di mata para investor dibandingkan tiga kecamatan lain di Klungkung.

"Angka ini hampir seluruhnya merupakan penanaman modal asing (PMA)," Kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Klungkung, I Made Sudiarkajaya, kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).

Satu kecamatan yang berbeda daratan dengan Pulau Bali ini mendominasi realisasi investasi mencapai Rp 2.876 triliun atau 86,3% dari keseluruhan penanaman modal di Klungkung. Porsi investasi di Nusa Penida hampir seluruhnya didominasi oleh aliran dana dari PMA.

Dominasi masif realisasi investasi ini membuktikan magnet pariwisata Nusa Penida masih menjadi daya tarik utama bagi para pemodal asing untuk menanamkan modalnya di sana.

Sementara tiga kecamatan lain di Klungkung berbagi sisa kue investasi dengan rincian Kecamatan Klungkung Rp 354 miliar atau sekitar 10,6%, Kecamatan Dawan Rp 55.137 miliar atau 1,7%, dan Kecamatan Banjarangkan Rp 48.029 miliar atau sekitar 1,4%.

Sudiarkajaya menjelaskan laju investasi yang didominasi oleh sektor akomodasi pariwisata di Nusa Penida harus berjalan seimbang dengan kepatuhan hukum.

Pemerintah mencatat masih banyak bangunan existing maupun proyek baru, termasuk sekitar 3.500 kamar hotel dan akomodasi pariwisata, yang belum sepenuhnya lengkap mengantongi izin atau masih dalam proses penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Sebagai langkah antisipasi terhadap pelanggaran pemanfaatan tata ruang, seperti fungsi hunian yang beralih menjadi komersial di sempadan pantai, DPMPTSP Klungkung memperkuat pengawasan lintas sektoral melibatkan kejaksaan, kepolisian, TNI hingga aparat desa adat dan dinas.

Selain itu, pemerintah daerah terus menggenjot sosialisasi dan pendampingan pengurusan izin melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

"Termasuk program jemput bola ke desa-desa agar para investor dan pelaku usaha pariwisata tertib administrasi demi menjaga ekosistem investasi yang kondusif dan berkelanjutan di Klungkung," jelas Sudiarkajaya.