Ia mengatakan kualitas investasi juga perlu dilihat dari sejumlah indikator, seperti penyerapan tenaga kerja, transfer teknologi, penggunaan produk dalam negeri, serta kemampuan mendorong pengusaha nasional berkembang.

Karena itu, HIPMI mendorong penguatan akses pembiayaan bagi pelaku usaha, kepastian regulasi, serta kemitraan tim redaksi investor, perusahaan besar, UMKM dan pengusaha daerah.

"Bagi HIPMI, keberhasilan industrialisasi pada akhirnya terlihat dari seberapa besar nilai tambah yang tinggal di Indonesia, seberapa banyak pengusaha nasional yang ikut tumbuh, dan seberapa luas lapangan kerja yang tercipta. HIPMI siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk memastikan investasi memberikan dampak yang semakin luas bagi perekonomian nasional," tutup Ade Jona.