Ia merinci, kontribusi realisasi investasi berasal dari dalam dan luar negeri. Untuk kontribusi investasi dalam negeri tercatat sebesar Rp 761,4 triliun atau setara 49,5%, sedangkan pendanaan modal asing tercatat sebesar Rp 777,8 triliun atau 50,5%.

Kemudian berdasarkan wilayah, kontribusi di dalam Pulau Jawa tercatat sebanyak 49,4% atau Rp 759,8 triliun. Sementara kontribusi di luar Pulau Jawa tercatat 50,6% atau Rp 779,4 triliun.

Rosan menjelaskan, penanaman modal dalam negeri tercatat paling besar di DKI Jakarta Rp 160,1 triliun, Jawa Barat Rp 89,9 triliun, Jawa Timur Rp 74,3 triliun, Banten Rp 61,1 triliun dan Kalimantan Timur Rp 42,6 triliun.