NADIKABAR.COM — Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, mencatat realisasi investasi sepanjang periode Januari-September mencapai Rp 1.539,2 triliun. Angka tersebut setara 75,4% dari total target realisasi investasi sepanjang tahun 2026.

Sementara pada kuartal III 2026, realisasi investasi tercatat sebanyak Rp 528,7 triliun. Rosan mengklaim, realisasi investasi ini berhasil menyerap 2,19 juta tenaga kerja.

"Capaian realisasi investasi triwulan ketiga tahun 2026 itu mencapai Rp 528,7 triliun sehingga total investasi dari Januari sampai September 2026, totalnya adalah Rp 1.539,2 triliun atau pencapaian 75,4%. Ini bisa kelihatan nggak? Ini untuk Januari sampai dengan September 2026, sehingga total penyerapan tenaga kerja itu mencapai 2.194.496 orang," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Ia merinci, kontribusi realisasi investasi berasal dari dalam dan luar negeri. Untuk kontribusi investasi dalam negeri tercatat sebesar Rp 761,4 triliun atau setara 49,5%, sedangkan pendanaan modal asing tercatat sebesar Rp 777,8 triliun atau 50,5%.

Kemudian berdasarkan wilayah, kontribusi di dalam Pulau Jawa tercatat sebanyak 49,4% atau Rp 759,8 triliun. Sementara kontribusi di luar Pulau Jawa tercatat 50,6% atau Rp 779,4 triliun.

Rosan menjelaskan, penanaman modal dalam negeri tercatat paling besar di DKI Jakarta Rp 160,1 triliun, Jawa Barat Rp 89,9 triliun, Jawa Timur Rp 74,3 triliun, Banten Rp 61,1 triliun dan Kalimantan Timur Rp 42,6 triliun.

Kemudian untuk penanaman modal asing tercatat Jawa Barat diposisi pertama sebesar Rp 139,2 triliun, Sulawesi Tengah Rp 110 triliun, Maluku Utara Rp 91,9 triliun, DKI Jakarta Rp 89,1 triliun, dan Kalimantan Barat Rp 42,7 triliun.

"Kalau di total yang pertama DKI Jakarta Rp 249,3 triliun atau 16,2%, Jawa Barat Rp 229,1 triliun atau 14,9%, Sulawesi Tengah Rp 116 triliun atau 7,5%, dan Jawa Timur Rp 110,5 triliun atau 7,2%, dan Maluku Utara Rp 96 triliun atau 6,2%," pungkas Rosan yang juga CEO Danantara.