Menurut Wu, Indonesia perlu menunjukkan perubahan nyata melalui penindakan terhadap dugaan manipulasi dan praktik perdagangan terkoordinasi. Penindakan juga perlu dilakukan secara konsisten selama beberapa kuartal, termasuk terhadap konglomerasi yang memiliki koneksi politik.

Sementara itu, Kepala Strategi Ekuitas Pasar Berkembang dan Geopolitik Tellimer Hasnain Malik mengatakan pembenahan pasar saham membutuhkan upaya mendorong pemilik perusahaan untuk melepas lebih banyak saham kepada publik.

Menurut Tellimer, sebagian pemilik perusahaan mungkin tidak membutuhkan tambahan modal atau memiliki saham dengan valuasi tinggi yang jarang diperdagangkan.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan rencana mengeluarkan saham perusahaan dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi dari perhitungan indeks acuannya. Daftar tersebut mencakup sekitar 80 perusahaan.