NADIKABAR.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) sepanjang Januari hingga saat ini. Pertumbuhan tersebut dianggap bukti besarnya potensi pendanaan di pasar modal.
Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan pertumbuhan investor sejalan dengan bertambahnya perusahaan tercatat. Adapun saat ini, perusahaan tercatat di BEI ada sebanyak 962 emiten.
"Pasar modal Indonesia saat ini memiliki 33,4 juta investor, 962 perusahaan tercatat, dan akan terus bertumbuh. Angka ini menunjukkan besarnya potensi pasar modal sebagai sumber pendanaan bagi dunia usaha," ungkap Jeffrey dalam sambutannya di acara Rise to IPO di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Jeffrey menegaskan, pasar modal tidak hanya menjadi wadah perusahaan memperdagangkan saham untuk keuntungan jangka pendek. Lebih dari itu, pasar modal menjadi mitra perusahaan untuk tumbuh dan berkembang.
"Kami ingin membuka kesempatan bagi semakin banyak perusahaan untuk mengenal pasar modal dan mempersiapkan diri sesuai dengan kebutuhan serta tahap pertumbuhan bisnis masing-masing," jelasnya.
Jeffrey menegaskan, BEI berkomitmen membina perusahaan dari tahap awal hingga melantai di bursa. Namun ia menegaskan, IPO BEI akan tetap ditekankan pada perusahaan publik yang memiliki fundamental kuat, tata kelola baik, dan berdaya saing.
"Fokus kami bukan hanya sekedar meningkatkan jumlah IPO tetapi melahirkan perusahaan publik dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkasnya.