NADIKABAR.COM β€” IPB University bersama ENVELOPS Co Ltd dengan dukungan Korea Energy Agency (KEA) mendorong pengembangan energi terbarukan melalui integrasi agrivoltaic (APV) dan e-mobility.

Wakil Rektor IPB University Bidang Resiliensi Sumberdaya dan Infrastruktur, Dr Heti Mulyati dalam keterangan tertulisnya di Bogor, Senin, mengatakan transisi menuju mobilitas listrik tidak cukup hanya dengan menyediakan kendaraan, tetapi membutuhkan dukungan energi, infrastruktur pengisian daya, serta kebijakan yang terintegrasi.

β€œIni juga membutuhkan infrastruktur pengisi daya yang cocok dan kebijakan pendukung. Sebenarnya kita sedang menyiapkan kebijakan yang terhubung dengan kampus hijau, transportasi hijau, dan energi hijau,” katanya.

Pihaknya secara khusus menggelar Agrivoltaic & E-Mobility Awareness Workshop di Kampus IPB Dramaga, Bogor.

Upaya tersebut merupakan bagian dari proyek kerja sama Korea-Developing Country Climate Change Cooperation (ODA Project) 2026, yang menghubungkan pembangkitan energi surya, aktivitas pertanian, dan pengisian daya kendaraan listrik.

Menurutnya, pengembangan APV dan e-mobility perlu dilakukan melalui pendekatan multidisiplin dengan mempertimbangkan aspek pertanian, teknologi, ekonomi, dan sosial. Dengan pendekatan tersebut, proyek ini juga berpotensi menjadi sarana pendidikan interdisipliner, penelitian, serta kolaborasi IPB University dengan industri dan masyarakat lokal.

Wakil Rektor IPB University itu berharap bahwa fasilitas yang dikembangkan di lingkungan kampus nantinya mendukung pembelajaran dan penelitian mengenai integrasi energi surya dengan aktivitas pertanian.