KJA diharapkan menjadi titik masuk untuk membangun ekosistem usaha perikanan masyarakat secara lebih terarah dan terkontrol, sekaligus membuka peluang pengembangan rantai nilai usaha kerapu dari hulu hingga hilir.
Ia menjelaskan, komoditas ikan kerapu dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaiannya dengan potensi perairan setempat serta peluang ekonominya. Pengembangan komoditas ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan budi daya, tetapi dapat berkembang menjadi rantai nilai usaha dari hulu hingga hilir yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Pulau Kapota.
Bagi IPB University, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerjemahan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi menjadi aksi nyata di tengah masyarakat.
Selain itu telah dibentuk kelompok nelayan yang terdiri atas 10 orang. Kelompok tersebut diharapkan menjadi pengelola utama KJA sekaligus menjadi embrio kelembagaan ekonomi masyarakat yang dapat mengembangkan budi daya kerapu secara mandiri dan berkelanjutan.