Namun, lipatan di tengah layar tampak jauh lebih dalam dibandingkan dengan kondisi saat ponsel belum dilipat, sehingga bagian lipat menjadi jauh lebih jelas, baik secara visual maupun saat disentuh.

Jurnalis dan reviewer Joanna Stern juga menguji engsel iPhone Duo menggunakan mesin custom yang disebut "Hingy". Ponsel itu dibuka tutup secara otomatis lebih dari 32.000 kali selama empat hari, dan Stern mengatakan mekanisme engselnya tetap kokoh seperti hari pertama.

Apple sendiri belum membagikan hasil uji engsel iPhone Duo atau mengungkap angka lipatan seumur hidup seperti Samsung, jadi satu-satunya cara mengetahui durabilitas engsel iPhone Duo saat ini hanya melalui review independen.