NADIKABAR.COM — Apple bersiap menjual iPhone lipat pertamanya, iPhone Duo, pada bulan depan. Namun, calon pembeli tampaknya harus bersiap menghadapi kelangkaan pasokan.

Pabrikan manufaktur utama Apple, Foxconn, bersama jajaran pemasok komponen dilaporkan mengalami kendala produksi yang sangat serius, berpotensi membatasi jumlah unit awal ponsel termahal milik Apple tersebut.

Laporan dari media Tiongkok, Jiemian News, mengungkapkan tingkat keberhasilan perakitan akhir (assembly yield) iPhone Duo di pabrik Foxconn baru menyentuh angka sedikit di atas 60% per 17 September.

Implikasi dari rendahnya tingkat keberhasilan perakitan tersebut meliputi:

Kendala rantai pasok tidak berhenti di Foxconn, melainkan meluas ke pemasok komponen utama. Samsung Display disebut menjadi salah satu pihak yang paling kewalahan menghadapi rendahnya yield produksi panel OLED lipat dan komponen engsel, yang dipicu oleh perubahan desain oleh Apple.

Menurut laporan MyDrivers, sejumlah vendor telah memperingatkan Apple untuk memilih antara menjaga kualitas atau mengejar volume output. Memaksa produksi tinggi di tengah keterbatasan saat ini dinilai bakal memicu lonjakan biaya pembatalan produk cacat yang membengkak.

Sebab tingginya kendala teknis pembuatan, Apple menyesuaikan proyeksi volume perangkat lipat ini: