Namun, ia mengingatkan masih banyak aplikasi pihak ketiga yang belum sepenuhnya kompatibel dengan bentuk layar iPhone Duo.

"Masih terlalu mahal untuk produk first gen, akan tetapi tetap worth it dengan experience baru yang kita dapatkan, khususnya buat orang yang menggunakan iPhone dan iPad," ujar Indra.

Menurutnya, iPhone Duo menawarkan pengalaman dua perangkat dalam satu produk, sehingga menarik bagi pengguna yang selama ini membawa iPhone sekaligus iPad.

Effendy YoutuberCupu mengaku terkesan dengan kualitas material dan engsel iPhone Duo. Menurutnya, mekanisme buka-tutup terasa kokoh dan memberikan kesan seperti menggunakan produk mewah.

Namun, bobot 254 gram menjadi perhatian. Angka tersebut sekitar 53 gram lebih berat dibandingkan Galaxy Z Fold 8, sehingga membutuhkan penyesuaian ketika digenggam.

Effendi juga menyoroti fitur multitasking yang untuk pertama kalinya memungkinkan dua aplikasi ditampilkan berdampingan di iPhone. Sayangnya, kemampuan tersebut masih terbatas pada dua aplikasi dengan pembagian layar 50:50 dalam posisi landscape.

Selain itu, sejumlah aplikasi pihak ketiga belum dioptimalkan sehingga masih menampilkan area hitam pada layar.

Lantas, apakah iPhone Duo lebih layak dibeli dibandingkan iPhone 18 Pro Max?

"Jawabannya bergantung pada kebutuhan. Pengguna yang mengutamakan kamera dan fitur profesional seperti telephoto serta ProRes lebih cocok memilih iPhone 18 Pro Max yang harganya lebih terjangkau," ujar Effendy.

"Sebaliknya, iPhone Duo menarik bagi mereka yang membutuhkan layar besar untuk membaca, menonton, dan menjalankan dua aplikasi sekaligus," lanjutnya.

Meski demikian, Effendi belum memberikan penilaian akhir karena merasa perlu menggunakan iPhone Duo lebih lama.

Massmobi turut mengakui desain iPhone Duo terasa unik dan premium. Namun, berbeda dari Indra, ia justru menganggap bobotnya menjadi salah satu kelemahan terbesar.