NADIKABAR.COM — Indonesia Political Opinion (IPO) menjelaskan perihal perbedaan hasil survei dengan Center of Economic and Law Studies (Celios) perihal kinerja dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menyampaikan berdasarkan hasil pengukuran IPO, persepsi publik terhadap kinerja Bahlil masih berada dalam situasi yang baik.

"Bahkan, Bahlil tercatat memperoleh tingkat kepuasan tertinggi di antara para menteri yang membidangi sektor ekonomi," ujarnya.

Dalam hasil survei IPO, tingkat kepuasan terhadap kinerja Bahlil mencapai 31,1 persen. Menurut Dedi, capaian tersebut juga ditopang oleh popularitas Bahlil yang relatif tinggi di tengah masyarakat.

"Hal itu menunjukkan bahwa keberadaan dan kinerja Bahlil sebagai Menteri ESDM mendapatkan perhatian serta apresiasi tersendiri dari publik," katanya.

Ia menjelaskan perbedaan hasil antara IPO dan Celios sangat mungkin dipengaruhi oleh pendekatan metodologi penelitian yang digunakan. IPO menerapkan pengambilan sampel secara acak dan proporsional untuk memperoleh gambaran opini publik yang lebih representatif.

Sementara itu, menurut Dedi, pendekatan Celios menggunakan sampling purposif, yakni pemilihan responden berdasarkan kriteria dan pertimbangan tertentu yang ditetapkan peneliti.

Perbedaan pendekatan tersebut memungkinkan kedua lembaga menghasilkan gambaran persepsi yang tidak sama.