NADIKABAR.COM — Sikap Pemerintah Indonesia mengurangi ekspor gas bumi ke Singapura dinilai menjadi gambaran keberanian dalam menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan bisnis dan perdagangan internasional.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah dalam keterangan di Jakarta, Jumat, menilai langkah pemerintah tersebut merupakan bentuk keberpihakan terhadap kedaulatan energi nasional.
Menurutnya, pemerintah patut diapresiasi karena berani mengambil kebijakan yang mengutamakan kebutuhan dalam negeri.
"Respons pemerintah dengan memotong sebagian ekspor gas ke Singapura merupakan langkah yang tepat dan tidak melanggar ketentuan hukum maupun kontrak yang berlaku. Pemerintah justru pantas diapresiasi karena berani menunjukkan sikap tegas di hadapan negara lain demi kebutuhan dan kepentingan dalam negeri," ujar Dedi.
Menurutnya, persoalan pengurangan ekspor gas tidak semata-mata berkaitan dengan aktivitas perdagangan, tetapi juga menyangkut keberanian negara dalam menentukan prioritas pengelolaan sumber daya alamnya.