"Nanti tentu kepada yang bersangkutan ada siklus revisi penyesuaian yang diperlukan dan kemudian nanti pengajuan kembali untuk proses lebih lanjut dalam rangka mendapatkan pernyataan efektif dan persetujuan pencatatan nanti di Bursa," terangnya.
Sebelumnya, SWAP juga telah mengirimkan surat penundaan rencana IPO ke pada BEI. Surat tersebut diterima BEI pada Selasa (1/9) karena perseroan belum mendapat pernyataan efektif dari OJK.
"Berdasarkan surat yang diterima, rencana penundaan dilakukan karena sampai dengan tanggal 1 September 2026, PT Swayasa Prakarsa Tbk belum memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan untuk melaksanakan penawaran umum," ungkap Saidu dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).
Sebagai informasi, SWAP merupakan perusahaan manufaktur produk kesehatan berbasis riset milik UGM. SWAP berencana menawarkan maksimal 323 juta saham baru atau setara 30,30% modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.