Kekhawatiran terhadap biaya hidup masih menjadi faktor utama yang membentuk realitas konsumen, tambahnya, berdasarkan temuan Ipsos pada Agustus 2026, sekitar 81 persen masyarakat Indonesia menyatakan khawatir terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok, sementara kekhawatiran terhadap tingkat pengangguran meningkat menjadi 45 persen, dibandingkan 35 persen pada April 2026.

Dia menyatakan konsumen diperkirakan akan tetap berhati - hati dan selektif dalam melakukan pengeluaran hingga akhir tahun.

Namun, lanjut dia dalam Ipsos Growth Forum 2026, perubahan perilaku konsumen tidak serta-merta berarti brand harus berhenti membangun desire dan brand equity.

"Justru, tantangannya adalah bagaimana kekuatan sebuah brand dapat diterjemahkan menjadi pembelian nyata di tengah berbagai faktor yang memengaruhi keputusan konsumen," ujarnya.

Country Service Line Group Director Brand Health Tracking & Creative Assessment Ipsos Indonesia Lioni Halim menjelaskan terdapat kesenjangan yang sering terjadi antara brand yang disukai konsumen dengan performa aktualnya di pasar.