"Mereka dieksekusi mati dengan hukuman gantung pada Rabu (30/9) pagi, menyusul pengukuhan hukuman mereka oleh Mahkamah Agung," sebut Mizan Online dalam laporannya.

Pada akhir Desember tahun lalu, gerakan protes yang awalnya dipicu oleh tingginya biaya hidup dengan cepat berkembang menjadi unjuk rasa antipemerintah berskala luas yang mencapai puncaknya pada 8-9 Januari tahun ini.

Otoritas Iran melaporkan lebih dari 3.000 kematian selama unjuk rasa berlangsung. Teheran mengaitkan tindak kekerasan dalam unjuk rasa dengan "tindakan teroris" yang didalangi oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Sementara LSM yang berbasis di luar negeri menyatakan bahwa aparat keamanan Iran menembaki para demonstran.