Presiden AS Donald Trump pada saat itu sempat mengancam akan melakukan intervensi militer di Iran. Ancaman itu sebelum AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran pada 28 Februari, yang memicu perang di Timur Tengah.
Sejak saat itu, jumlah penangkapan dan eksekusi mati di Iran meningkat tajam, baik yang terkait dengan konflik maupun dengan unjuk rasa antipemerintah yang terjadi sebelumnya.
Menurut data LSM Iran Human Rights dan Together Against the Death Penalty, Iran telah mengeksekusi mati sedikitnya 1.639 orang sepanjang tahun 2025. Angka itu tercatat sebagai jumlah eksekusi mati terbanyak dalam satu tahun sejak tahun 1989 silam.
Amnesty International menyebutkan bahwa Iran menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah eksekusi mati terbanyak di dunia, setelah China.