NADIKABAR.COM — Iran memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa perang baru bisa berlangsung lebih lama daripada pertempuran sebelumnya. Peringatan ini disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington masih harus "menangani" sejumlah target lainnya terkait Teheran.
Upaya diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah kerap diwarnai ancaman berulang dari AS dan Israel untuk kembali melancarkan pengeboman terhadap Iran. Beberapa waktu terakhir, negosiasi damai yang diupayakan para mediator, seperti Qatar dan Pakistan, menghadapi kebuntuan.
"Potensi perang di masa depan bisa berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya, dan Presiden Amerika tidak akan berada dalam posisi untuk menentukan waktu atau syarat berakhirnya perang tersebut," tegas juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, seperti dilaporkan televisi pemerintah Iran dan dilansir AFP, Senin (2/11/2026).
Dalam fase paling sengit dari perang yang dimulai pada 28 Februari lalu -- yang dipicu serangan AS dan Israel terhadap Iran, pasukan Teheran membalas dengan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap aset-aset militer Washington di seluruh kawasan Timur Tengah.
Kelompok-kelompok milisi yang beraliansi dengan Iran turut terlibat dalam pertempuran itu, termasuk Hizbullah di Lebanon hingga Houthi di Yaman. Sejauh ini, perang yang awalnya diprediksi berlangsung singkat ini masih terus berlanjut, dan memasuki bulan kedelapan, tanpa indikasi akan berakhir dalam waktu dekat.
Beberapa waktu terakhir, para pejabat militer dan politik Iran telah memberikan peringatan terhadap AS dan Israel di tengah potensi serangan terbaru. Peringatan dari Akraminia itu menggemakan peringatan serupa yang sebelumnya disampaikan pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.