NADIKABAR.COM — Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, pada Rabu (23/9) mengatakan bahwa posisi dan syarat-syarat yang diajukan Iran untuk "menghidupkan kembali diplomasi" telah disampaikan secara jelas kepada Amerika Serikat (AS) sehari sebelumnya melalui mediasi Qatar.

Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Baghaei mengatakan bahwa putaran baru pertukaran pesan dan klarifikasi berlangsung antara Iran dan AS di sela-sela sesi ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Selasa (22/9).

Baghaei menyebutkan sejumlah syarat Teheran, yaitu "penghentian tindakan agresif AS, termasuk blokade laut dan terorisme ekonomi; diakhirinya perang di semua front; pembebasan aset Iran yang dibekukan atau dibatasi; serta penerimaan jalur pelayaran yang aman (di Selat Hormuz) sesuai dengan kesepakatan antara kedua pemerintah negara pesisir (yakni Iran dan Oman).