NADIKABAR.COM — Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa negaranya telah mendapatkan respons Amerika Serikat (AS) terkait rencana tujuh hari yang diajukan Iran untuk mengakhiri permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Mohajerani mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengumumkan telah mendapatkan usulan AS dalam rapat kabinet yang digelar sebelumnya pada Rabu tersebut. Pada Selasa (22/9) pekan lalu di sela-sela sesi Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Iran telah menyampaikan kepada AS melalui para mediator tentang usulan rencana tujuh hari untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan kota-kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut. Iran juga memperketat kendalinya atas Selat Hormuz. Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang penghentian perang di kawasan tersebut di semua front, termasuk Lebanon.