Baghdad dan Washington sepakat untuk mengakhiri misi pasukan koalisi pada tahun 2024. Para personel pasukan koalisi pun mulai menarik diri secara bertahap dari berbagai pangkalan di seluruh wilayah Irak, sehingga kehadiran mereka kini terbatas hanya di wilayah otonom Kurdistan di bagian utara negara itu.

Pemerintah Irak meyakini bahwa penarikan pasukan koalisi ini menghilangkan dalih yang selama ini digunakan oleh faksi-faksi militan berpengaruh, yang didukung Iran, untuk tetap mempertahankan persenjataan mereka.

Perdana Menteri (PM) Irak, Ali al-Zaidi, telah menetapkan tanggal 30 Juni tahun depan sebagai tenggat waktu bagi faksi-faksi bersenjata untuk menyerahkan senjata mereka kepada negara.