NADIKABAR.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa serangan terbaru dari Amerika Serikat (AS) akan menuai respons yang akan membuat Washington "menyesal". IRGC mengklaim bahwa Teheran telah memperoleh persenjataan yang jauh lebih canggih dibandingkan saat awal perang berkecamuk.

Juru bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi, seperti dilansir Tasnim News Agency dan Middle East Monitor, Jumat (16/10/2026), menyebut bahwa serangan terbaru AS terhadap Iran akan menjadi tindakan yang "tidak logis", namun tetap mungkin terjadi.

Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Mohebbi menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin mempertimbangkan untuk kembali melancarkan operasi militer terhadap Iran demi meraih keuntungan politik menjelang pemilu sela pada 3 November mendatang.

Dia menegaskan bahwa Teheran telah bersiap menghadapi skenario semacam itu, dan memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari Amerika akan memicu respons yang akan disesali oleh AS.