"Kali ini, konsekuensi yang harus ditanggung AS akan jauh lebih menyakitkan," tegas Mohebbi dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, Mohebbi mengklaim bahwa Iran kini telah memperoleh persenjataan yang jauh lebih canggih. Dia menyebut bahwa Teheran hanya menggunakan persenjataan generasi lama selama perang yang dimulai pada 28 Februari lalu.

Dia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai persenjataan yang lebih canggih itu.