Dalam pernyataannya, Mohebbi menepis klaim para pejabat AS yang menyebut otoritas Iran telah terpecah dan tidak saling bekerja sama. Dia menyebut tuduhan itu "sama sekali tidak benar".

Menurut Mohebbi, klaim-klaim semacam itu sengaja dibuat semata-mata untuk membenarkan apa yang dia sebut sebagai "kegagalan" AS dalam perang.

Pernyataan Mohebbi ini disampaikan setelah laporan media, termasuk Axios, yang mengutip sumber-sumber terpercaya, menyebutkan bahwa Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu membahas kemungkinan serangan terhadap Iran menjelang pemilu sela AS.