"Narasi-narasi ini mengklaim bahwa pernah ada gerbang di kawasan ini yang digunakan untuk mengakses apa yang mereka sebut sebagai Bait Suci. Jalurnya melewati Silwan dan mengarah ke Masjid Al-Aqsa, melintasi tempat-tempat yang dalam narasi Talmud dikaitkan dengan Bait Suci, seperti Mata Air Silwan," kata dewan pengawas Al-Aqsa.

Perubahan nama tersebut bukan sekadar masalah linguistik, melainkan upaya langsung untuk mengaitkan narasi Israel dan Yahudi dengan situs tersebut dengan tujuan agar pihak Israel dapat mengklaim bahwa gerbang itu sudah ada pada masa yang digambarkan dalam narasi-narasi tersebut, serta bahwa gerbang itu merupakan jalan menuju tempat yang disebut Israel sebagai 'Bait Suci'.

Warga Palestina juga menyatakan kekhawatiran terkait perubahan nama dan penggantian papan penunjuk jalan menjadi bahasa Ibrani akan memperkuat narasi Israel di kalangan wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut, sekaligus semakin mengikis warisan budaya aslinya.