NADIKABAR.COM — Israel mencopot papan nama Gerbang Damaskus (Damascus Gate) di Yerusalem Timur yang diduduki -tempat Masjid Al Aqsa berada- dan memasang papan nama Gerbang Kuno (Ancient Gate). Sebagaimana diketahui, Gerbang Damaskus jadi salah satu gerbang paling penting dan simbolis di Kota Lama (Old City).
Dilansir dari situs Haberler, tindakan yang dilakukan Israel bertujuan mengubah lanskap budaya Yerusalem. Melalui sebuah pernyataan, Gubernur Yerusalem yang berafiliasi dengan Palestina juga menyebut pemerintah Tel Aviv terus mengubah nama jalan, tengara, dan situs bersejarah di Yerusalem.
Hal itu bertujuan menghapus warisan Arab, Islam dan Kristen di kota tersebut serta menerapkan nama-nama Ibrani demi melakukan Yahudisasi. Tindakan tersebut memicu kekhawatiran besar bahwa hal itu jadi contoh terbaru Israel dalam upaya mengubah karakter kawasan Yerusalem.
"Langkah mengubah papan penunjuk (Gerbang Damaskus) merupakan bagian dari rencana Israel mengubah identitas visual kawasan yang memiliki simbol Palestina, Arab dan Islam di Yerusalem," kata anggota dewan pengawas Al-Aqsa Fakhri Abu Diab, dilansir dari situs The New Arab, Kamis (27/8/2026).
Dia mencatat otoritas Israel memulainya dengan salah satu gerbang paling menonjol di Kota Lama yang terkadang disebut sebagai Gerbang Kemenangan (Victory Gate) atau Bab al-Rahmah, nama yang muncul setelah Intifada Kedua.
"Nama gerbang tersebut juga memiliki makna penting dalam sejarah Islam, karena merupakan salah satu pintu masuk ke Kota Lama dan terkait dengan kisah Salahuddin yang melintasi sisi ini saat merebut kemballi Yerusalem pada 1187," ujarnya menguraikan.
Langkah tersebut bermotif untuk menghapus sejarah dan makna penting Islam, mengingat jalan Sultan Sulaiman yang Agung mengarah ke gerbang tersebut sehingga mengirimkan pesan konteks sejarah apa pun akan dihapuskan. Sumber-sumber yang berbicara ke The New Arab juga mencatat hal ini terjadi di tengah lonjakan wisatawan muslim yang berkunjung dari Turki.
Lebih lanjut Abu Diab megatakan, pemilihan nama Gerbang Kuno memiliki kaitan dengan narasi Yahudi Talmud.
"Narasi-narasi ini mengklaim bahwa pernah ada gerbang di kawasan ini yang digunakan untuk mengakses apa yang mereka sebut sebagai Bait Suci. Jalurnya melewati Silwan dan mengarah ke Masjid Al-Aqsa, melintasi tempat-tempat yang dalam narasi Talmud dikaitkan dengan Bait Suci, seperti Mata Air Silwan," kata dewan pengawas Al-Aqsa.
Perubahan nama tersebut bukan sekadar masalah linguistik, melainkan upaya langsung untuk mengaitkan narasi Israel dan Yahudi dengan situs tersebut dengan tujuan agar pihak Israel dapat mengklaim bahwa gerbang itu sudah ada pada masa yang digambarkan dalam narasi-narasi tersebut, serta bahwa gerbang itu merupakan jalan menuju tempat yang disebut Israel sebagai 'Bait Suci'.
Warga Palestina juga menyatakan kekhawatiran terkait perubahan nama dan penggantian papan penunjuk jalan menjadi bahasa Ibrani akan memperkuat narasi Israel di kalangan wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut, sekaligus semakin mengikis warisan budaya aslinya.