NADIKABAR.COM — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti peran algoritma platform digital di tengah dugaan shadowban terhadap konten-konten yang membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meutya menilai platform digital perlu lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi informasi kepada pengguna. Menurutnya, masyarakat sebagai pengguna berhak memilih informasi yang ingin mereka lihat dan konsumsi, bukan sepenuhnya bergantung pada keputusan perusahaan teknologi.

"Karena apa yang kita lihat dan kita konsumsi di sosial media seharusnya merupakan hak pengguna sebagai konsumen untuk memilih, bukan diatur sepihak oleh perusahaan teknologi semata," ujar Meutya cuplikan video yang diterima awak media, Rabu (21/10/2026).

Meutya mengatakan Komdigi terus mendorong akuntabilitas dan transparansi algoritma platform digital. Sorotan ini mengarah pada bagaimana perusahaan teknologi menerapkan pedoman komunitas atau Community Guidelines serta menentukan konten yang dapat direkomendasikan kepada pengguna.

Lebih lanjut Meutya mengungkapkan bahwa transparansi diperlukan agar pengguna tidak hanya menjadi penerima keputusan algoritma tanpa memahami bagaimana keputusan tersebut dibuat.