Dari sisi hilir, disampaikan dia, peningkatan performa kayu melalui teknologi modifikasi membuka peluang penggunaan material untuk bangunan, furnitur, decking, moulding, interior, eksterior, dan berbagai produk industri lainnya.
ISWA yang merupakan asosiasi pengusaha kayu gergajian dan kayu olahan ini juga mendorong rantai pasok yang lebih terintegrasi.
Jimmy menekankan inovasi tidak boleh berhenti di laboratorium, dan menegaskan hasil penelitian harus diterjemahkan menjadi proses industri yang efisien, konsisten dan dapat diproduksi dalam skala lebih besar.
Adapun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat pada semester I 2025, sektor industri agro yang di dalamnya termasuk olahan kayu, menyumbang sebesar 52,07 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) industri nonmigas, 8,96 persen terhadap PDB nasional, serta mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,99 persen.