"Kami juga sudah tahu karakter bola di sini, tidak terlalu lambat. Jadi, cenderung cepat. Menurut saya, itu menjadi kelebihan kami karena bisa bermain dengan bola cepat. Kami lebih yakin saja dan jangan terlalu banyak berpikir macam-macam. Kalau melakukan kesalahan atau bagaimana, tetap fokus," katanya.

Ia mengakui perjalanan menuju semifinal tidak mudah karena dirinya bersama partner harus menghadapi lawan-lawan tangguh sejak babak sebelumnya, termasuk pasangan Korea Selatan dan China.

Pada perempat final, mereka juga harus menghadapi rekan senegara yang sudah akrab dengan pola permainan masing-masing karena sering berlatih bersama.

"Evaluasinya, kami harus percaya diri dan yakin dengan pukulan serta kemampuan diri sendiri," ujarnya.

Isyana/Rinjani berharap dapat mempertahankan kepercayaan diri dan kekompakan saat menghadapi semifinal sehingga mampu melangkah lebih jauh di turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 tersebut.