NADIKABAR.COM — Pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine menjadi tumpuan ganda putri Indonesia untuk bersaing memperebutkan gelar juara Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 setelah berhasil melaju ke babak semifinal.
Isyana/Rinjani memastikan tiket semifinal setelah mengalahkan rekan senegaranya, Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo, dengan skor 22-20, 21-19 di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (23/10). Sedangkan ganda putri lainnya banyak gugur di babak awal.
Isyana, usai pertandingan di Kudus, Jumat, mengakui sempat kehilangan fokus pada gim pertama ketika lawan mampu mengejar ketertinggalan dan menyamakan kedudukan.
"Saya kelihatan panik dan bingung mau ngapain. Tapi, untungnya, dukungan dari partner juga berpengaruh. Sehingga, saya bisa kembali berkonsentrasi, lebih tenang, dan tidak terlalu panik saat poinnya terkejar," ujarnya.
Menurut dia, kehilangan fokus tersebut kemungkinan dipicu oleh kesalahan-kesalahan kecil yang justru terus dipikirkannya sehingga mengganggu konsentrasi saat bertanding.
Memasuki gim kedua, dia berusaha memperkuat fokus dan menjaga ketenangan hingga akhirnya mampu mempertahankan keunggulan untuk mengamankan kemenangan dua gim langsung.
Rinjani mengatakan komunikasi dan dukungan antar pemain juga menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan diri selama pertandingan. Keduanya berusaha saling menguatkan ketika salah satu pemain mulai ragu atau kehilangan momentum.
"Saya juga mengingatkan 'Kita percaya diri aja.' Jadi, permainan kita juga lebih lepas. Saya sudah paham kalau Hira (Isyana) sedang kurang nyaman atau ragu-ragu. Untungnya, saya tidak terlalu goyah sehingga bisa tetap mendukung partner. Saat poin kami terkejar, kami bisa unggul lagi dan menang," ujarnya.
Menghadapi semifinal melawan wakil Korea Selatan, Moon In Seo/Park Seul, Isyana/Rinjani akan mempersiapkan strategi dengan mempelajari pola permainan lawan. Mereka juga berupaya memaksimalkan karakter permainan yang dinilai cocok dengan kondisi lapangan di Kudus.
Rinjani menilai kondisi bola yang cenderung cepat menjadi salah satu keuntungan bagi mereka. Karena itu, pihaknya ingin bermain lebih berani, menjaga keyakinan terhadap kemampuan sendiri, dan tidak terlalu terbebani oleh pikiran yang dapat mengganggu konsentrasi.
"Kami juga sudah tahu karakter bola di sini, tidak terlalu lambat. Jadi, cenderung cepat. Menurut saya, itu menjadi kelebihan kami karena bisa bermain dengan bola cepat. Kami lebih yakin saja dan jangan terlalu banyak berpikir macam-macam. Kalau melakukan kesalahan atau bagaimana, tetap fokus," katanya.
Ia mengakui perjalanan menuju semifinal tidak mudah karena dirinya bersama partner harus menghadapi lawan-lawan tangguh sejak babak sebelumnya, termasuk pasangan Korea Selatan dan China.
Pada perempat final, mereka juga harus menghadapi rekan senegara yang sudah akrab dengan pola permainan masing-masing karena sering berlatih bersama.
"Evaluasinya, kami harus percaya diri dan yakin dengan pukulan serta kemampuan diri sendiri," ujarnya.
Isyana/Rinjani berharap dapat mempertahankan kepercayaan diri dan kekompakan saat menghadapi semifinal sehingga mampu melangkah lebih jauh di turnamen bulu tangkis level BWF World Tour Super 100 tersebut.