NADIKABAR.COM — Ada rencana liburan ke Kota Bandung? Bagi Anda yang akan atau sedang berlibur di kota berjuluk Kota Kembang ini, yuk berkunjung ke Bumi Sawunggaling Hotel yang berada di kawasan Tamansari, Kota Bandung. Saat ini, Institut Teknologi Bandung (ITB) sedang menggelar pameran Museum Mini Suyadi di hotel tersebut.

Acara yang melibatkan para relawan ini menyajikan rekam jejak serta karya peninggalan mendiang Suyadi, sosok seniman multitalenta yang dikenal sebagai dosen, pendongeng, penulis, ilustrator, animator, dalang, sekaligus pencipta karakter ikonik Pak Raden dan jajaran tokoh dalam serial Si Unyil.

NadiKabar berkesempatan berkunjung ke pameran temporer ini. Pameran yang bersifat gratis dan berlangsung hingga Minggu, 30 Agustus tersebut terbagi menjadi dua bagian utama. Bagian pertama menyajikan zona interaktif luar ruangan yang dapat diakses pengunjung dengan memindai kode QR.

Melalui aplikasi game interaktif tersebut, pengunjung diajak menyusuri alur cerita bertema kucing, hewan kesayangan mendiang, yang diselingi narasi, pertanyaan, serta petunjuk. Pilihan yang diambil pengunjung di sepanjang alur cerita dan labirin pameran pada akhirnya akan memunculkan karakter unik yang mencerminkan kepribadian masing-masing.

Selanjutnya, pengunjung diarahkan ke area dalam ruangan yang memamerkan perjalanan hidup dan portofolio karya mendiang Suyadi sejak masa kuliahnya di ITB pada tahun 1952. Koleksi yang ditampilkan mencakup karya sketsa, lukisan, buku-buku ilustrasi zaman dahulu, hingga versi digital animasi seperti cerita Timun Mas. Pengunjung juga dapat melihat rekaan suasana kerja sang maestro bersama kucing kesayangannya yang bernama Kacung, serta riwayat pendidikannya di Prancis yang banyak memengaruhi gaya berkaryanya.

Pada bagian akhir pameran, pengunjung dapat menyaksikan langsung artefak fisik yang sangat berharga, termasuk deretan boneka asli karakter Si Unyil, Pak Raden, Pak Ogah, Usro, Melani, Ucrit, Bu Bariah, Nenek Ijah, hingga Engkong. Seluruh koleksi boneka bersejarah tersebut saat ini telah menjadi aset yang dijaga oleh Kementerian Kebudayaan RI.