Penyelenggaraan pameran ini bertujuan untuk melestarikan budaya mendongeng di Indonesia sekaligus mengenalkan warisan karya Suyadi kepada generasi muda, seperti Gen Z dan Gen Alpha. Sosok yang wafat pada 30 Oktober 2015 di usia 82 tahun tersebut memiliki peran besar dalam dunia literasi anak, hingga hari kelahirannya pada 28 November kini diresmikan sebagai Hari Dongeng Nasional. Selain pameran dan zona interaktif, rangkaian acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai aktivasi pendukung seperti sesi pembacaan dongeng dan pemberian penghargaan.
Wakil Dekan Akademik FSRD ITB, Banung Grahita mengatakan, pihaknya sangat senang dengan kegiatan tersebut.
"Jadi Pak Suyadi ini selain sebagai tokoh nasional yang legendaris. Ya mungkin di generasi saya masih terkenal banget dengan Unyil dan dulu kita tahu Pak Suyadi ini sebagai Pak Raden dan ternyata ke sini-sininya saya juga tahu bahwa sebenarnya orang yang ada di balik cerita Si Unyil adalah Pak Raden. Jadi otak kreatifnya adalah Pak Raden atau Pak Suyadi ini," kata Banung.
"Selain sebagai seorang tokoh nasional, ternyata jPak Raden ini sebagai alumnus, juga seorang pendidik. Yang kemudian membawa ilmu ilustrasi bahkan kalau nanti dari beberapa info ini termasuk juga salah satu orang yang apa namanya mempelopori dunia animasi di Indonesia," tambahnya.
Dia menyebutkan, perkembangan animasi Indonesia saat ini tidak lepas dari peran para pionir. Jika ditarik mundur, salah satu sosok yang mengawali kemajuan kreator-kreator canggih masa kini adalah Pak Raden.
"Kita melihat karya-karya beliau, saya sih berharap untuk generasi sekarang ini bisa semacam transfer ilmu juga. Artinya kita bisa belajar bagaimana maestro-maestro kita dulu berkarya, kemudian membuat cerita, sampai nanti kita bisa lihat passion-nya ya dalam dalam mengembangkan karya kreatifnya. Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh kreator-kreator sekarang," tuturnya.